SEMANGAT PEMUDA


 “Demi Rabb Muhammad, sekiranya bukan karena bentangan samudera ini yang menjadi penghalang, niscaya aku akan taklukkan seluruh jagad raya ini demi meninggikan kalimat-Mu, wahai Rabbku, saksikanlah…” ***

Ungkapan ini terlontar dari mulut Uqbah bin Nafi` (Panglima pasukan penakluk Afrika), seorang pemuda pada zaman Bani Umayyah yang diucapkannya ketika ia berdiri di hadapan Samudera Atlantik yang luas. Kalimat tersebut mengisyaratkan adanya sebuah tekad dan semangat yang kuat berkobar. Seolah ia ingin menunjukkan bahwa sebagai pemuda ia mampu meraih dan mencapai cita-cita yang luhur.

Tidak mengherankan apabila pemuda sering diibaratkan sebagai urat nadi yang senantiasa berdenyut, bergetar, meletup-letup dan bergejolak. Ia adalah produk generasi yang memiliki semangat perjuangan dan pengorbanan yang tinggi, serba ingin tahu, peka, penuh kepedulian, dan mampu menerima perubahan dari hal-hal yang buruk kepada hal yang baik, atau sebaliknya. Dari ungkapan Uqbah bin Nafi’ di atas kita bisa melihat semangat perjuangannya yang begitu tinggi, sehingga bila bukan karena samudera yang menjadi penghalang, ia berani menaklukkan jagad raya demi tegaknya Islam di muka bumi.

Dr. Syakir Ali Salim Ad Daulah mengatakan dalam bukunya Pemuda Islam, di Seputar Persoalan Yang Menghadangnya bahwa pemuda adalah masa depan umat, masa depan dunia dan kemanusiaan. Tentu layaklah bila kemudian pemuda dijadikan sebagai ujung tombak pelaku perjuangan.
Pemuda muslim yang pandai menggunakan kesempatan dan waktu yang dimilikinya akan mempunyai jiwa yang senantiasa bersungguh-sungguh, bekerja keras dan selalu mengadakan hubungan baik dengan Allah. Seperti layaknya generasi pertama mukmin yang dibentuk langsung oleh Rasulullah SAW, dalam usia yang masih sangat muda mereka telah mampu memberikan kontribusi pada dienul Islam, sebagian dari mereka adalah Umar bin Khattab yang berusia 27 tahun, Zaid bin Haritsah 20 tahun, Sa`ad bin Abi Waqash 17 tahun dan yang termuda Ali bin Abi Thalib yang pada saat itu masih berusia 8 tahun. Mereka generasi satu-satunya yang memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda dengan umat lain, jadi wajarlah bila Allah memuji mereka sebagai generasi (umat) terbaik dalam firman-Nya :
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali-imran : 110)

Ciri Pemuda Islam Dalam Al-Qur`An Dan Sunnah
Pemuda yang realistis
Pemuda yang menentang sistem random (sembarangan), menolak kekacauan dan selalu menetapkan berdasarkan data-data, bukan berdasarkan ilusi/khayalan. Bercita-cita tinggi dan berfikir realistis, tidak mengenal putus asa dalam mewujudkannya Berpandangan jauh ke depan dan selalu waspada menghadapi tantangan serta hambatan, Menguasai ilmu pengetahuan, tidak mengikuti prasangka dan keinginan hawa nafsu Pemuda yang mempelajari Al-Qur`an, berpikir itu wajib, merenung adalah ibadah, mencari ilmu adalah jihad dan bersikap statis adalah suatu kebodohan dan kesesatan.
Pemuda berkarya dan membangun
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seolah-olah mereka adalah bagunan yang tersusun kokoh.”
(QS. Ash Shaff: 4)
Pemuda harus Memiliki keyakinan yang kuat bahwa kejayaan itu hanya dapat diwujudkan dengan pengorbanan dan prestasi, bukan dengan banyak bicara, karena orang yang hanya banyak bicara tapi tidak bekerja niscaya di benci oleh Allah SWT di jelaskan dalam surat Ash-Shoff :3 yang Artinya:
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”.
Berpendirian bahwa beramal itu wajib, memperbaiki hasil karya itu adalah ibadah, dan tolong menolong dalam amal kebajikan adalah jihad
Berprinsip bahwa bekerja sama menegakkan agama Islam dan mengembalikan kejayaannya adalah kewajiban setiap muslim dan perbuatan yang mulia di hadapan Allah, rosul dan para orang-orang muslim, Membangun dengan sabar, berjuang tanpa mengenal lelah dan bosan, kemauan yang keras dalam tolong menolong dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran baik dalam keadaan lapang atau sempit.

Pemuda yang taat dan ikhlas
Memurnikan ketaatan kepada Allah SWT dalam menjalankan agama Berkeyakinan bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah untuk mereka sedangkan mereka diciptakan hanya untuk Allah Tidak menyembah selain kepada Allah dan tidak akan memohon pertolongan selain kepada Allah juga. Mereka melepaskan diri dari jeratan sembahan terhadap akal, hawa nafsu, uang, berhala, manusia, thogut atau apapun nama dan bentuknya,


Wassalam,
Unknown
Assyubanu Youm


0 Response to " SEMANGAT PEMUDA "

Posting Komentar