Anggota
tim sukses Ahok yang juga politikus Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan,
lebih menista agama mana antara Ahok dengan mayoritas umat Islam yang masih
membiarkan kemiskinan dan yatim piatu menderita?. Ia pun merujuk surah Al Maun.
"Ahok
sudah minta maaf dan klarifikasi pernyataanya, apa kita sudah total entaskan
kemiskinan dan anak yatim sesuai perintah Alquran?" tanyanya lewat kicauan
di Twitter, semalam.
Menurutnya, manusia itu lebih sensitif terhadap orang
lain, daripada terhadap kekurangan diri sendiri. Itulah ciri orang yang tidak
adil. "Semoga kita bisa adil."
Dalam
kicauannya Nusron juga mempertanyakan mereka yang mengaku-aku NU namun tidak
pernah ikut nyantri atau menjalankan budaya-budaya gerakan itu. "Makin nyata, hari-hari ini bukann orang
NU. Sok ngaku NU dan paling tahu tentang NU. Padahal nyantri gak pernah, ikut
kaderisasi apalagi. Kepoo," katanya.
Celakanya,
kata Nusron, mereka melihat NU dengan caranya sendiri, bukan dengan NU. Mereka
tidak pernah menjalankan ritus NU. Justru sering "mengadili" amalan
NU. "Contohnya hari ini. Silaturrahmi ke kyai itu rutin. Beda pendapat
juga biasa. Tetap silaturrahmi. Dari dulu kekuatan NU itu," katanya.
KH
Wahab Chasbullah sering beda pendapat denga KH Bisri Syansuri, tetap
silaturrahmi. Mbah Wahab pendukung Sukarno, sedangkan Mbah Bisri nggak setuju.
"KH
Maksum Lasem sering beda pendapat soal hukum dengan KH Baedlowi. Tetap
silaturrahmi. Tidak ada yang aneh. Biasa. Karena saling paham,"
jelasnya. "Subhan ZE anti Sukarno.
Mbah Wahab pro-Sukarno. Silaturrahmi dan tetap kekeh dengan pendiriannya.
Itulah NU. Lentur, luwes dan moderat."
Baca
juga, Ini Pernyataan Kontroversial Nusron Wahid yang Mengkritik Keputusan MUI.
Nusron
mengatakan, ia dukung dan bela Ahok dalam kasus tuduhan menista Alquran. Kyai
mungkin tidak setuju dengan sikapnya, tetap silaturrahmi. "Tabayyun
biasa," kata Nusron.
Ketika
ditanya mengapa dukung Ahok, Nusron menyampaikan argumentasi landasan fiqh-nya.
Beliau (kyai) memahami. "Soal beda itu biasa di NU. Cair dan tidak
kaku," jelasnya. "Kita yang
didik di pesantren dan NU terdidik harus tasawwur sebelum tashdiq. Paham
persoalan sebelum mengambil sikap. Tidak gampang menuduh."
Sebelumnya
Nusron bersilaturahmi dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin yang juga warga NU. Dalam
kicauan sebelumnya, ia menegaskan tidak pernah ribut dengan Ma'ruf Amin.
Sumber: Republika

0 Response to " Lebih Baik Ahok dari Pada Muslim yang Membiarkan Rakyatnya dalam Kemiskinan "
Posting Komentar