Oleh Sugleli Al-Azam
Kecerdasan
Spiritual dalam dakwah adalah potensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap
individu-individu muslim dan para aktivis dakwah islam terlebih kepada para
qiyadah pemimpin dakwah ini yang menjadi tolak ukur perubahan dan penggerak jama’ah
dakwah ini. Seorang pemimpin harus menjadi Syakhsiyah da’iyah mufakkirah (individu seorang da’i
yang memiliki fikroh yang mendalam) sehingga menjadi penggeraknya yang paling
kokoh dan memiliki pondasi atau asas yang tak akan goyah. Kemudian setelah
menjadi pribadi da’i yang memiliki fikroh yang mendalam selanjutnya adalah al-Qa’idah
al-fikriyah (kemampuan menejerial) seorang pemimpin harus memiliki kompetensi
dalam menejerial atau mengatur para jundi-jundi dakwah ini sehingga
keberlangsungan visi dakwah ini dapat berjalan dengan baik, apa jadinya apabila
seorang pemimpin tidak memiliki kemampuan memenej para jundi-jundinya, ada
syarat yang harus kita pahami dalam dakwah ini yang akan menjadi pemicu
semangat dan asas gerakan dakwah kita yaitu adalah:
Ruhiyah
i’tiqadiyah-khuluqiyah, adalah semangat berjuang menegakan syari’at islam
dimuka bumi ini yang merupakan rangkaian nilai-nilai ke ikhlasan, keyakinan, keridhoan,
kesederhanaan, ta’bbudiyah, kepedulian lingkungan dan tawakal.
Ruhiyah
Ukhrawiyah, adalah semangat keyakinan akan balasan kebaikan dalam hari akhir yang
merupakan rangkaian nilai-nilai ta’aruf, ta’awun, takaful, salamatush-shadr, itsar,
dan kepedulian sosial
Ruhiyah
Tanzhimiyah, adalah semangat untuk mengelola dakwah ini dengan sebuah sistem
yang dapan mendukung keberlangsungan dakwah ini, yang merupakan rangkaian
nilai-nilai kedisiplinan, ketaatan, amanah, jundiyah-qiyadiyyah dan amal jama’i
Ruhiyah
Jihadiyah, adalah semangat untuk berjihad dijalan dakwah islamiya yang tak
kenal lelah dan henti begitulah para rasul Allah menjalankan amanah jihad ini, yang
merupakan rangkaian dari nilai-nilai kesiap-siagaan, pengorbanan dan keteguhan
Ikhwafillah
yang dicintai Allah penegak kebenaran, jalan ini teramat terjal dan jauh namun
Allah telah gariskan dan kabarkan bahwa kebahagiaan para rasul itu adalah
ketika masih tetap istiqomah dalam jalan dakwah islam ini. Begitu indah balasan
bagi orang-orang yang tetap dijalan-Nya

0 Response to " MENGKOKOHKAN BARISAN DAKWAH "
Posting Komentar