Hati
itu bagaikan kaca mata. Kalau kita menggunakan kaca mata yang bening, apa yang
kita lihat akan tampak apa adanya. Yang putih akan jelas putihnya, yang coklat
muda akan jelas warna aslinya. Namun kalau kita menggunakan kaca mata hitam,
apa yang kita lihat tidak akan sesuai aslinya. Yang putih akan kelihatan abu
muda dan warna coklat muda akan menjadi coklat tua. Demikian juga hati, kalau
hati jernih, kita akan melihat realita itu apa adanya, sementara kalau hati
kita kotor atau hitam, kita akan melihat realita itu tidak seperti sebenarnya.
Oleh
sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati
kita. Bagaimana caranya?
1. Introspeksi
diri.
Introspeksi diri dalam bahasa
arab disebut Muhasabatun Nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati
kita. Semua orang akan tahu apa sebenarnya penyakit qalbu (hati) yang
dideritanya itu.
2. Perbaikan
Diri.
Perbaikan diri dalam bahasa
populer disebut taubat. Ini merupakan tindak lanjut dari introspeksi diri.
Ketika melakukan introspeksi diri, kita akan menemukan kekurangan atau
kelemahan diri kita. Nah, kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki
secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifikasi
kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya.
3. Tadabbur
Al Qur’an.
Tadabbur Al Qur’an artinya
menelaah isi Al-Qur’an, lalu menghayati dan mengamalkannya. Hati itu bagaikan
tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Nah, di antara pupuk hati adalah
tadabbur Qur’an. Allah menyebutkan orang-orang yang tidak mau mentadabburi
Qur’an sebagai orang yang tertutup hatinya. Artinya, kalau hati kita ingin
terbuka dan bersinar, maka tadabburi Qur’an.
Amal saleh adalah setiap ucapan
atau perbuatan yang dicintai dan diridoi Allah swt. Apabila kita ingin memiliki
hati yang bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal
tersebut. Misalnya, kalau kita suka rawatib, lakukan terus sesibuk apapun,
kalau kita biasa pergi ke majelis ta’lim, kerjakan terus walau pekerjaan kita
menumpuk.
5. Mengisi
Waktu dengan Zikir.
Zikir artinya ingat atau
mengingat. Dzikrullah artinya selalu mengingat Allah. Ditinjau dari segi
bentuknya, ada dua macam zikir. Pertama, zikir Lisan, artinya ingat kepada
Allah dengan melafadzkan ucapan-ucapan zikir seperti Subhannallah, Alhamdulillah,
Allahu Akbar, Laa Ilaaha illallah, dll. Kedua, Zikir Amali, artinya zikir
(ingat) kepada Allah dalam bentuk penerapan ajaran-ajaran Allah swt. dalam
kehidupan. Misalnya, jujur dalam bisnis, tekun saat bekerja, dll. Hati akan
bening kalau hidup selalu diisi dengan zikir lisan dan amali.
6. Bergaul
dengan Orang-Orang Saleh.
Lingkungan akan mempengaruhi
perilaku seseorang. Karena itu, kebeningan hati erat juga kaitannya dengan
siapakah yang menjadi sahabat-sahabat kita. Kalau kita bersahabat dengan orang
yang jujur, amanah, taat pada perintah Allah, tekun bekerja, semangat dalam
belajar, dll., diharapkan kita akan terkondisikan dalam atmosfir (suasana)
kebaikan. Sebaliknya, kalau kita bergaul dengan orang pendendam, pembohong,
pengkhianat, lalai akan ajaran-ajaran Allah, dll., dikhawatirkan kita pun akan
terseret arus kemaksiatan tersebut.
7. Berbagi
Kasih dengan Fakir, Miskin, dan Yatim.
Berbagi cinta dan ceria dengan
saudara-saudara kita yang fakir, miskin, dan yatim merupakan cara yang sangat
efektif untuk meraih kebeningan hati, sebab dengan bergaul bersama mereka kita
akan merasakan penderitaan orang lain.
8. Mengingat
Mati.
Modal utama manusia adalah
umur. Umur merupakan bahan bakar untuk mengarungi kehidupan. Kebeningan hati
berkaitan erat dengan kesadaran bahwa suatu saat bahan bakar kehidupan kita
akan manipis dan akhirnya habis. Kesadaran ini akan menjadi pemacu untuk selalu
membersihkan hati dari awan kemaksiatan yang menghalangi cahaya hati.
Rasulullah saw. menganjurkan agar sering berziarah supaya hati kita lembut dan
bening.
9. Menghadiri
Majelis Ilmu.
Hati itu bagaikan tanaman, ia
harus dirawat dan dipupuk. Di antara pupuk hati adalah ilmu. Karena itu,
menghadiri majelis ilmu akan menjadi media pensucian hati. Rasulullah saw.
menyebutkan bahwa Allah swt. akan menurunkan rahmat, ketenangan dan barakah
pada orang-orang yang mau menghadiri majelis ilmu dengan ikhlas.
10. Berdo’a
kepada Allah SWT.
Allah swt. Maha Berkuasa untuk
membolak balikan hati seseorang. Karena itu sangat logis kalau kita diperintahkan
untuk meminta kepada-Nya dijauhkan dari hati yang busuk dan diberi hati yang
hidup dan bening. Menurut Ummu salamah r.a,. do’a yang sering dibaca Rasulullah
saat meminta kebeningan hati adalah: Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa
diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah hatiku berpegang pada
agama-Mu).
Kesimpulannya,
hati merupakan panglima untuk seluruh anggota jasad kita. Kalau hati bening,
kelakuan kita pun akan beres. Tapi kalau hati kita busuk, seluruh amaliah pun
busuk. Ada sepuluh cara agar kita memiliki hati yang suci, yaitu; Introspeksi
diri, perbaikan diri, tadabbur Qur’an, menjaga kelangsungan amal saleh, mengisi
waktu dengan zikir, bergaul dengan orang-orang saleh, berbagi kasih dengan
fakir miskin dan anak yatim, mengingat mati, menghadiri majelis ta’lim, dan
berdo’a kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah swt. selalu memberi kepada kita
hati yang bening. Amiin .
Wallahu
A’lam.
Sumber:
(Ust. Aam Amiruddin)

0 Response to " 10 Tips Agar Hati tetap Bersih "
Posting Komentar